BA 14

Aku ingin mengenang sesuatu.

Sesuatu yang kini menjelma rindu, tentang langkah-langkah yang pernah beradu,

di bawah raga yang pernah bertemu dan asa yang pernah menyatu.

​Dulu, kita adalah barisan mimpi yang tak kenal lelah,

Menyusuri jalan-jalan penuh tantangan, melampaui batas lelah.

BAKTI NUSA, bukan sekadar angka atau nama,

Kita adalah cerita yang ditulis dengan keringat, tawa, dan air mata.

​Ingatkah saat SLC pertama kali kita dipertemukan

Sampai saat Nasional Mission kita dipisahkan

Pedih rasanya

Setiap perdebatan, setiap perjalanan ke penjuru negeri,

Setiap perjalanan kita punya cerita,

Ia adalah kepingan puzzle yang kini membentuk jati diri.

​Kini, jarak menjadi sekat yang tak kenal kompromi.

Kita kembali ke asal, membawa bekal untuk memantaskan diri.

Aku rindu riuh rendah suara kalian,

Rindu semangat yang dulu membakar setiap pertemuan.

​Perpisahan ini bukan berarti garis akhir sebuah pertemuan,

Hanya jeda agar kita bisa tumbuh di tanah yang berbeda-beda.

Namun rindu ini tetaplah rindu,

Rindu pada sosok-sosok tangguh yang pernah berjuang bersamaku.

​Jika kelak semesta mengizinkan kita bersua kembali,

Kuharap kita tetap menjadi "orang terbaik" yang tuhan siapkan bagi negeri.

Meski raga tak lagi satu atap,

Semangat akan tetap ada dan menetap.

​Dari sisa kenangan yang masih hangat,

Untuk kawan seperjuangan yang hebat.

​Dari sahabat yang merindu,

Seorang manusia yang bangga pernah mengenalmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isyarat Hujan Dikala Senja

Untaian kata-kata