Aku ingin mengenang sesuatu. Sesuatu yang kini menjelma rindu, tentang langkah-langkah yang pernah beradu, di bawah raga yang pernah bertemu dan asa yang pernah menyatu. Dulu, kita adalah barisan mimpi yang tak kenal lelah, Menyusuri jalan-jalan penuh tantangan, melampaui batas lelah. BAKTI NUSA, bukan sekadar angka atau nama, Kita adalah cerita yang ditulis dengan keringat, tawa, dan air mata. Ingatkah saat SLC pertama kali kita dipertemukan Sampai saat Nasional Mission kita dipisahkan Pedih rasanya Setiap perdebatan, setiap perjalanan ke penjuru negeri, Setiap perjalanan kita punya cerita, Ia adalah kepingan puzzle yang kini membentuk jati diri. Kini, jarak menjadi sekat yang tak kenal kompromi. Kita kembali ke asal, membawa bekal untuk memantaskan diri. Aku rindu riuh rendah suara kalian, Rindu semangat yang dulu membakar setiap pertemuan. Perpisahan ini bukan berarti garis akhir sebuah pertemuan, Hanya jeda agar kita bisa tumbuh di tanah ...
Suara decitan roda motor terdengar memekik. Dari arah samping datang sebuah motor dengan kecepatan tinggi mencoba mengerem dengan sekuat tenaga. Motor itu mendekati seorang wanita, Fardzan mencoba mengarahkan motornya menjauhi wanita itu hingga, Duarrr, suara dentuman keras motor yang menabrak pembatas jalan. Orang-orang disekitar tempat kejadian tersebut menghampiri Fardzan, dirinya hanya melihat bayangan wanita itu, lalu tak sadarkan diri. Sudah tiga hari semenjak kejadian itu Fardzan belum sadarkan diri dan sudah tiga hari juga wanita yang hampir ia tabrak bolak-balik ke rumah sakit untuk melihat keadaan Fardzan. Selama di rumah sakit, tidak ada yang menjenguk Fardzan sekalipun keluarganya.Ia hidup menjadi perantauan, hidup sendiri dan jauh dari keluarga. Ketika ia kecelakaan, handphonenya mati dan tak ada orang terdekat yang bisa dihubungi. Fardzan perlahan membuka matanya, tubuhnya terasa lemas, ia merasakan beberapa bagian tubuhnya diperban. "Alhamdulillah sudah sadar",...
Hidup itu bukan bagian dari pekerjaan, tapi pekerjaan lah sebagian kecil dari hidup, jika hidup hanya diukur dari pekerjaan maka kita masih memandang hidup di skala yang kecil Hidup itu kompleks, hidup bicara relasi kehidupan dengan pencipta, bicara relasi dgn sesama (pasangan, teman, tetangga, keluarga) dan gimana hidup jadi berkah selama kita hidup Jika mencari yang se-profesi dgn alasan bisa mengerti pekerjaan satu sama lain, berarti hidup sebatas pekerjaan, bahkan itu tak bisa menyelesaikan persoalan2 di rumah tangga Terkadang yang satu profesi jg kalau beda visi dan misi dlm hidup juga repot, yg satu money oriented, yg satu menganggap pekerjaan sbg pengabdian Maka pasangan yg sepadan bukan yg sama dalam pekerjaan, yang se-visi dan se-misi dalam hidup based on God's Plan . . . . Ya Allah Ya Rabbi Jika seandainya diriku benar-benar jatuh cinta Jangan biarkan cintaku ini membuat lalai padaMu Dan sekiranya aku jatuh cinta Jatuhkanlah hati ini pada seseorang yang mencintaiku karen...
Komentar
Posting Komentar